Kamis, 15 Mei 2014

Perjalanan Hidupku

Sebut saja pemeran dicerita ini adalah Silvi. Silvi seorang mahasiswi sebuah Universitas yang lumayan terkenal di Surabaya memiliki perjalanan hidup yang tak semudah membalikkan telapak tangan. perjalanannya dimulai ketika ia berumur 5 tahun yang dimana itu adalah masa kanak-kanak yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orang tuanya, namun ia harus menerima kenyataan pahit dari kedua orang tuanya yang memutuskan untuk bercerai karena ayah Silvi akan menikah dengan wanita lain, Silvi seorang yang tidak tahu apa masalah kedua orang tuanya menjadi korban dalam perceraian ini. Anak berumur 5 tahun ini hanya mengikuti apa yang dikehendaki kedua orang tuanya yang ia tahu saat itu hanya masa anak-anak yang hanya mengerti kapan waktu bermain dan belajar namun tak mengerti apa yang dinamakan perceraian. Beberapa bulan setelah perceraian itu ibu silvi memutuskan untuk menjadi TKW ke negara tetangga untuk menyambung hidupnya dan demi membahagiakan Silvi. Silvi dititipkan dirumah neneknya yang disitu ia dididik menjadi pribadi yang kuat dalam menghadapi segala cobaan hidup.
           Tiga tahun berlalu, dimana ia mulai mengerti arti sebuah perceraian, ia pun tidak menyangka bahwa perceraian itu adalah sebuah perpisahan yang terjadi dirumah tangga kedua orang tuanya. Tak lama kemudian ia mendapat kabar kalau pernikahan ayahnya dengan wanita lain akan segera dilaksanakan, ia hanya mampu untuk menangisi semua itu, "sudahlah mungkin ini jalan menuju kebahagiaan yang diinginkan ayah", katanya. Namun pernikahan kedua ayahanya ini tidak berlangsung lama hanya tiga tahun setelah ayahnya mengetahui kebusukkan hati ibu tirinya, dan kemudian ayahnya memutuskan bercerai dengan istri keduanya dan ternyata ayah silvi sejak berpisah dengan ibu silvi masih menyimpan rasa sayang yang begitu dalam dan rasa penyesalan yang mungkin takkan bisa ia lupakan sampai kapanpun karena sudah meninggalkan dan menceraikan ibunya silvi. 
            Dua tahun berlalu setelah perceraian dengan istri keduanya, ayah silvi mencoba memperbaiki hubungannya dengan ibunya. Ketika Silvi berumur 12 tahun ayah dan ibunya memutuskan untuk rujuk. Awalnya Silvi tak menyukai rujuknya kedua orang tuanya, namun ia pun berfikir kalau ibunya masih membutuhan seorang suami untuk membantunya mencari nafkah. Demi kebahagiaan ibunya akhirnya ia menyetujui kalau kedua orang tuanya rujuk.
            Perjalannya tidak cukup sampai disitu ketika  masa-masa menginjak peralihan dari masa anak-anak menjadi remaja, ia pun mulai belajar tentang apa itu cinta. Ketika  ia bertemu dengan seorang laki-laki yang menurutnya sangat spesial, ia pun mencari tahu siapa laki-laki itu.Setelah ia tahu siapa laki-laki itu, merekan pun saling curhat, perhatian satu sama lain dan akhirnya timbul rasa cinta diantara mereka yang kemudian mereka memutuskan untuk pacaran (cieeee).  Rasa cinta dan kasih sayangnya yang benar-benar mendalam kepada seorang laki-laki yang ia kenal dan sebut saja laki-laki itu Miftah. Silvi dan miftah mengalami masa-masa fall in love yang keduanya saling mencintai dan menganggap dunia ini milik berdua (maklum namanya juga menginjak remaja). Silvi seorang siswi salah satu sekolah menengah pertama swasta disuatu kota di Jawa Timur yang dulunya polos dan tak tahu apa itu cinta, kissing dan lain-lain, namun kepolosannya itu terpecah saat ia melakukan kissing pertama kalinya (Ohh. Tuhan).To be Continue